Amien Rais; sang Tokoh Dua zaman, Akankah Jokowi yang Ketiga?

Amien Rais
Amien Rais
Mujahid 212 - Amien Rais dibesarkan dalam keluarga aktivis Muhammadiyah, orangtuanya adalah pengurus aktif di Muhammadiyah cabang Surakarta. Sejak lulus sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1968 dan lulus Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1969), ia melanglang ke berbagai negara dan baru kembali tahun 1984 dengan menggenggam gelar master (1974) dari Universitas Notre Dame, Indiana, dan gelar doktor ilmu politik dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Darah aktivis mengalir kental di tubuhnya, ia selalu gatal ketika melihat ketidakadilan. Masa mudanya bergelora dengan teriakan lantang menembus kejamnya dinding tiran. Soeharto menjadi saksi bagaimana tubuh kecilnya membuatnya tidak bisa tidur.

Dari Tangan Kecilnya Dua Presiden Tumbang

Soeharto dan Gus Dur, dua presiden yang pernah menjabat orang nomor satu di Indonesia ini pernah merasakan sayatan tangan kecil Amien saat ia mulai turun gunung.

Arsip-arsip keterlibatan Amien Rais dalam kejatuhan dua presiden RI bisa kita lacak hingga hari ini. Ia tokoh yang tidak bisa dianggap sepele.

Pasca 212 kembali Turun Gunung

Amien Rais lama tidak terlihat di media. Namun berbeda ketika umat Islam mulai bersuara akan kasus penodaan Al Qur'an oleh Ahok si Penista. Ia mulai tampil kepermukaan dan mulai bersuara mengisi berita di berbagai media.

Banyak yang memprediksi turun gunungnya Amien sebagai ancaman baru bagi rezim. Dengan melebur bersama seluruh mujahid 212, ia tampil dan mulai nyaring. Teriakannya mulai kembali didengar dan membuat bising rezim. Gerah.

Akankah Jokowi yang Ketiga?

Tidak ada yang tahu, yang pasti kita tetap berdoa untuk kebaikan bangsa. Para mujahid 212 harus bersiap dengan kondisi apapun yang akan terjadi di depan. Berpegangan erat menjadi penting, berdoa menjadi wajib, saling mengingatkan adalah kekuatan. []

Ditulis oleh: Santri Kalong (Pimred Mujahid 212)



close