Anda Tahu? 'Gus' Setya Novanto ternyata Anggota NU

Setya Novanto anggota NU
Setya Novanto anggota NU

Mujahid 212 - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menggelar buka bersama dengan sejumlah petinggi Golkar di kediamannya di Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Acara ini dihadiri sejumlah petinggi dan sesepuh Golkar, seperti Ketua Umum DPP Setya Novanto dan Ketua Dewan Kehormatan BJ Habibie.

Selain itu, sejumlah politikus Golkar dan kader yang tergabung dalam organisasi sayap Golkar. Sementara, Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie juga diundang dan tengah dalam perjalanan.
Saat memberi kata sambutan, Agung menyinggung Novanto, yang telah menjadi anggota Nahdlatul Ulama. Dengan demikian, Agung mengaku lebih suka memanggilnya Gus Nov.

"Biasanya di NU dipanggilnya Gus Gus. Ada Gus Mus, Gus Ipul, tidak ketinggalan kita punya Gus Nov," kata Agung, Sabtu, 10 Juni 2017.

Agung pun melanjutkan guyonannya agar Novanto tak disapa secara formal sesuai namanya. Namun, ia meminta izin agar bisa menyapa Novanto dengan sebutan Gus Nov.

"Kalau boleh saya tidak panggil Setya Novanto, sekarang kita panggil Gus Nov aja," tambah Agung sambil tertawa.

Dalam kesempatan ini, Agung juga menegaskan Golkar masih solid. Agung juga mengingatkan saat ini Novanto 'dikawal' oleh tiga ketua, yakni Ketua Dewan Pembina, Kehormatan dan Pakar.

“Mudah-mudahan Gus Nov bisa memimpin Partai Golkar lebih baik ke depan," ujar Agung.

Diketahui, Novanto memang sudah resmi menjadi anggota Nahdatul Ulama. Hal itu diketahui dari kartu keanggotaan NU yang telah diperoleh pria yang juga menjadi Ketua DPR ini.

Sumber: Viva


Komentar Mujahid 212

Jika mempelajari logika rezim saat ini terhadap ormas Islam yang tergabung dalam 212, logika untuk memukul rata dan membubarkan ormasnya hanya karena dicemaskan (meskipun belum terbukti) mengancam kebhinekaan. Berbeda halnya dengan ormas yang lebih dekat dengan rezim, hanya karena sikap oportunisnya dan selalu terdepan mendukung sang tuan, sama sekali tidak disangkut pautkan dengan organisasinya apalagi sampai dibubarkan. Padahal korupsinya sudah besar dan nyata.

Itu saja!

close