Belajar Logika ala Prof. Suteki; Apa Untungnya Bubarkan FPI?



Mujahid 212 - Guru Besar Hukum Undip, Prof. Suteki kerap kali mengisi ruang diskusi di medsos yang sehat, santai namun pintar. Bagi anda yang telah mengenalnya, gagasan hukum progresif yang beliau sosialisasikan selalu penuh dengan pembahasan kasus yang diulas secara ringan namun dalam.

Kali ini pada Sabtu (15/07) beliau mengunggah status menarik berikut redaksi mujahid 212 hadirkan untuk pembaca:

Sayang sekali apabila pemerintah berencana membubarkan Front Pembela Islam (FPI) ini. Apa salahnya FPI? Apa dosanya FPI? Apakah FPI merugikan pemerintah, bangsa dan negara dan rakyat Indonesia? Bukankah misi utama FPI adalah amar ma'ruf nahi munkar? Bukankah misi itu juga menjadi kewajiban setiap muslim bahkan setiap insan yg mengaku mahluk Tuhan?.

Bukankah FPI membantu aparat keamanan utk hakamtibmas? Bukankah aparat keamanan bisa memberdayakan FPI utk membantu Polisi dlm melayani, melindungi, mengayomi masyarakat bahkan dalam penegakan hukum sekalipun. Kita kenal community policing, kita kenal siskamling, kita kenal FKPM bukan? Lalu apa untungnya membubarkan FPI? FPI juga tdk hendak punya AGENDA MENGGANTI PANCASILA bukan? Lalu apa ruginya membiarkan FPI tetap sebagai ormas yg bermartabat yang siap membantu apapun GAWE NASIONAL di NKRI ini.

Tidak ada yg sempurna diri seseorang, demikian pula tidak ada organisasi sosial satu pun yg sempurna tanpa cacat cela. Inginkah kita besarkan kekurangannya dengan melupakan kebaikan-kebaikannya yg jauh lebih besar? Lalu kenapa FPI mesti dipukul bukan dirangkul? Mengapa FPI mesti bubarkan bukan dimekarkan? Bukankah lebih baik FPI disandingkan dari pada ditandingkan?

Setiap muslim wajib amar ma'ruf nahi munkar
Saya muslim
Saya wajib amar ma'ruf nahi munkar
Setiap yg melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar harus didukung dan dibela
FPI melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar
FPI harus didukung dan dibela

Benarkah logika silogismus ini kawan?. []
close