Membogkar Peran Banser: Alat Pukul HTI yang Dipinjam Kapolri

Banser alat pukul polri
Banser alat pukul polri
Mujahid 212 - BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) sejatinya lahir bukan untuk membubarkan pengajian. Dalam kilasan sejarah, tahun 1924 cikal bakal Banser yang lahir dari Syubbanul Wathon pimpinan KH. Wahab Hasbullah bermisi baik dan arif. Fungsi pengamanan dan menjalankan misi kemanusiaan merupakan peran utamanya, namun semenjak beberapa bulan belakangan citra ini lenyap digantikan misi satuan pembubar pengajian.

Apa pasal? Mereka yang berisi para pemuda desa dan pinggiran yang khidmat dan manut pada kiayi sejatinya hanya dimanfaatkan oleh sekelompok elit dalam rezim. Redaksi Mujahid 212 mengamati sepanjang 3 bulan terakhir sepak terjang Banser sulit dipercaya. Aroma arogansi yang dipacu doktrin 'NKRI Harga Mati' dalam tafsiran rezim membuat organisasi semi militer ini terangsang dan bergerak.

Pada Senin (17/07) rangkaian analisis di meja redaksi Mujahid 212 menemui titik terang. Dan kali ini memang benar. Tito Karnavian dalam dialog dengan Beny K Harman (detik.com 17/07) mengaku sulit membubarkan HTI dengan alasan:
"Mereka harus menimbulkan kerusuhan yang melibatkan korban, jiwa, atau benda, baru bisa diproses dengan Pasal 107b. Persoalannya, mereka cukup smart, tidak menimbulkan kerusuhan. Di Surabaya dicoba, saat itu ribut dengan kelompok Banser, demikian juga pembubaran di Kalosi, Makassar,"
Hal ini Tito sampaikan setelah UU yang ada tidak bisa menjaring HTI
"Tito menjelaskan pihaknya tidak mungkin menindak ormas jika hanya memakai UU Nomor 27/1999 tentang kejahatan terhadap keamanan negara. Sebab, dalam Pasal 107b UU Nomor 27/1999, polisi dapat menindak ormas anti-Pancasila jika terbukti ada kerusuhan yang ditimbulkan ormas." (detik.com 17/07
Secara teori, untuk mencipta sebuah legalitas pembubaran secara cepat harus tercipta terlebih dahulu situasi kegentingan, dan kegentingan yang hadir itu salah satunya dipacu dengan konflik horizontal. Namun sayangnya, organisasi HTI yang muncul di Indonesia lebih dari 20-an tahun itu sama sekali tidak menggunakan metode kekerasan dalam aktivitasnya, bahkan menurutnya HTI tidak akan pernah membuat sayap organisasi semi militer sampai kapanpun.

Baca juga: Sengaja Picu Konflik, Humas Polri Rilis Video Tuding Ormas Islam Pemecah Belah

Inilah yang membuat Perppu no.2 tentang Ormas dibentuk. Dengan segala alasan yang sulit dicerna mereka membuat makar terhadap Gerakan Islam.

Kembali soal Banser, dalam sejarah peradaban perpolitikan, selalu ada 3 komponen disetiap peristiwa politik yang menyangkut pendominasian; Pelaku, Alat, dan Korban.

Dan sejatinya Banser hanyalah alat yang dipakai. Sungguh terkutuklah sang pelaku yang membenturkan gerakan Islam. []

Ditulis oleh: Santri Kalong (Pimred Mujahid 212)

close