Anak-anak ini Bertaruh Nyawa, Berharap Tidak Mudah Dibohongi Mereka yang Berpesta Di Istana

Sekolah melewati jembatan


Redaksional Mujahid 212
Ditulis oleh: Santri Kalong

Mujahid 212 - Ketika mereka berpesta di istana, anak-anak ini tengah bertaruh nyawa. Di atas sebilah papan diketinggian menakutkan, anak-anak bersepeda berpegang tali satu tangan. Kanan-kiri hutan belukar hijau. Sangat bisa dipastikan ada ular. Bila terpeleset, anak-anak ini bisa luka. Yang terburuk mati.

Perjuangan berat dengan resiko terbalut maut. Semua tertuju untuk meningkatkan intelijensia agar matang. Agar orang yang bertindak sewenang-wenang tidak mampu merampas haknya sebagai manusia. Agar ia merdeka, terbebas dari dominasi manusia yang berniat menggaulinya.

Dan sang raja masih ongkang kaki bersenda-gurau. Sambil berkata "ikan tongkol dapat sepeda", Bisa ditafsirkan bebas pula maknanya sebagaimana ia tafsirkan Pancasila sekehendaknya. Mungkin maksudnya Ikan tongkol dapat sepeda, yang mengkol berantas saja, dengan ukuran yang dia tetapkan sekenanya.

Namun saat kritik dilafalkan ia murka tak kepalang. Semua orang ditangkap. yang berkumpul dibubarkan. Alasannya; MAKAR.

Maka menjadi pintar jangan kepalang, balutlah dengan keberanian agar suara yang diteriakan semakin menggoyang menakutkan. Pintarlah! Pintarlah nak! Jika di masa depan menemui ketidakadilan, cukup satu kata: LAWAN!. []

close