Sadis! Veteran Ini Diacuhkan, Berdiri di Belakang di Luar Tenda


Tapi, apakah pantas.? Pejuang seperti mereka, ditempatkan di tempat seperti itu. Padahal Hari Kemerdekaan adalah hari untuk mengenang jasa-jasa mereka.

Mujahid 212 - Badannya sudah tak segagah dulu. Jalannya pun harus menggunakan tongkat. Tapi semangatnya tetap membara. Itu terlihat ketika beliau bersusah payah menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72 di Banda Aceh.

Suaranya juga lantang saat menyanyikan lagu kebangsaan. Meski sesekali harus duduk dan menyeka air matanya. Tapi, ada yang janggal saat itu.

Entah disengaja atau tidak. Para veteran duduk di belakang para 'junior'nya. Bahkan mereka tidak berada dalam tenda. Dan letaknya di bawah para petinggi yang notabene menghirup udara kemerdekaan berkat para veteran.

Baginya tak masalah ditempatkan di belakang, karena memang orang tua kini mendorong yang muda untuk lebih mengisi kemerdekaan dengan tujuan sejahtera dan adil merata tuk semua.

Tak masalah baginya di belakang.

"Ndak apa, kami di belakang saja. Lebih enak disini, tak ribet," ujarnya dengan wajah sendu.

Keadaan jadi makin miris saat prosesi penaikan bendera. Ia yang sudah berdiri dengan sisa tenaga yang ada, tetap tak bisa melihat. Terhalang keangguhan generasi muda yang ia perjuangkan dulu. Ia hanya bisa memberi hormat.

Orang seperti beliau tidak ingin dihargai. Karena mereka ikhlas berjuang demi kemerdekaan. Bukan demi jabatan dan kekayaan semata.

Tapi, apakah pantas.?
Pejuang seperti mereka, ditempatkan di tempat seperti itu. Padahal Hari Kemerdekaan adalah hari untuk mengenang jasa-jasa mereka.

Negara ini memang tak bisa menghargai jasa para pahlawannya...

Foto diambil dari laman facebook seorang wartawan Harian Rakyat Aceh. []RSO
close