Santri Demo Teriak 'Bunuh, Bunuh, Bunuh!', Bukankah Mereka yang Cium Tangan Hary Tanoe?



Mujahid 212 - Kontroversi demo santri NU yang sudah memuakan di lini masa membawa banyak simpulan yang gurih dan lezat untuk direnungkan. Tema besar renungan ini terkait izzah muslim dalam kehati-hatian menerima Sumbangan.

Sebuah status ringan dari Nandang Burhanudin menghentak kita. Diposting di time line facebooknya pada (15/08) berikut redaksi Mujahid 212 kutip untuk anda,

Hati-hati Terima Sumbangan


Ada santri teriak-teriak "bunuh...bunuh...bunuh..." bukankah mereka yang mencium tangan Hari Tanu?

Khawatirnya saat remaja mereka jadi santri gadungan.
Menginjak dewasa kerja menjaga Natal dan membubarkan pengajian.
Dapet beasiswa kuliah hobinya menyerang Islam dan membela LGBT.
Pakai sorban peci dan mirip ulama, menjual ayat demi segepok duit sumbangan.
Santri dulunya mujahidin pejuang kemerdekaan.
Mengusir penjajah Kristen dengan bambu runcing dan teriakan takbir.
Melawan arogansi Komunis China dan PKI tak kenal minggir.
Menjadi perekat NKRI dalam bingkai baldatun thooyibatun wa Rabbun Ghafuur.
Santri itulah Jenderal Soedirman...Buya Natsir...Buya Hamka....
Karena itu..santri menjadi target dihancurkan!
Aku santri....Aku Muslim....Aku Indonesia...Aku mujahid pembenci penjajahan!
Hati-hati nerima sumbangan..
close