Mentan Frustrasi dengan Hasil Pertanian, ISIS yang Disalahkan



Mujahid 212 - Artikel berita yang dipublikasi oleh CNN pada Rabu (06/09) menuai banyak kritik dari netizen. Ibarat jaka sembung naik ojek, gaya berpikir mentan cukup kontroversial, tak nyambung. Mbeledes.

Dikutip dari CNN, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan 21 juta orang yang meninggalkan sektor pertanian berpotensi masuk ke kelompok teroris Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

Hal itu disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Teknis TNI Manunggal Membangun Desa pada Selasa (5/9). Dia menuturkan ketahanan pangan menjadi penting untuk ketahanan negara.

Amran menegaskan saat ketahanan negara terjaga, akan mendorong petani untuk semangat dalam usahanya. Hal itu, sambungnya, karena kesejahteraan kelompok tersebut lebih terjamin.

Padahal di lapangan, para petani yang telah suntuk dihajar habis oleh kebijakan pemerintah yang buruklah penyebabnya. Diantara penyebab itu adalah lahan-lahan yang dimatikan dari pertanian dan berubah fungsi menjadi pabrik, kebijakan Import pangan dari luar negeri yang mematikan harga petani, payung hukum terhadap legalitas paguyuban petani yang selalu dipermasalahkan bea cukai dan pajak. Saat petani beradu nasib pada penghidupan yang lain kareta saking susahnya, maka cukup mudah pemerintah menuduh ini itu untuk menutupi keburukannya.

Nah kali ini ISIS juga disalahkan. Mentan semacam ingin berkata bahwa ada konspirasi besar ISIS untuk mematikan pertanian Indonesia, padahal faktanya jauh panggang dari api.

Maka benar perkataan sebagian pengamat bahwa isu ISIS dibesarkan oleh rezim sendiri. []