Telah Halal Darah Biksu Wirathu


Mujahid 212 - Imam Al-Qurtubi rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya ketika menafsirkan

وَلاَتَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّباِلْحَقِّ

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS. Al-An’am: 151).

Ayat ini melarang membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah baik dari kalangan kafir musta’man atau kafir mu’ahad kecuali dengan sebab yang dapat dibenarkan.” (Jami’u Al-Ahakami Alquran, 7:134).

Syaikh Sa’di mengatakan, “(yang dimaksud ayat tersebut adalah) membunuh orang-orang Islam, laki-laki atau perempuan, tua atau muda, orang baik atau jahat, dan orang kafir yang telah dilindungi dengan perjanjian. (Tafsir As-Sa’di, Hal.257).

Namun berbeda pada kasus biksu Wirathu yang dari wewenangnya sebagai tokoh di Myanmar berhasil memprovokasi untuk membantai muslim rohingya, maka pada kasus seperti ini halal darahnya.

Orang yang jelas-jelas memerangi Islam, menumpahkan darah muslim dan mengusirnya dari kampung halamannya maka hukumannya adalah memerangi dan bunuh.

“Dan Bunuhlah dimana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih besar dari pembunuhan. (QS : Al baqoroh 191 )