Tragedi Rohingya Lebih Mengerikan dari Film Horor, Mereka Kurus Tersisa Tulang, Tatapannya Penuh Harapan, dan Dunia Masih DIAM?


Kemana lagi anda mau lari? Ke perbatasan ditolak, sebab bukan bagian dari warganegaranya, itupun bila anda selamat bisa sampai ke perbatasan, masih hidup. Hanya sebab agama dan ras anda berbeda, anda diperlakukan dengan cara yang begitu hina, hanya sebab itu, semua hal yang salah dapat ditimpakan kepada anda

Mujahid 212 - Bayangkan saat anda, istri, dan anak-anak anda diancam untuk dibunuh, begitupun dengan kedua orangtua anda, dan tak ada jalan untuk bernegosiasi dengan mereka.

Pasukan pembunuh itu sudah datang ke desa-desa dan rumah-rumah tetangga anda, membakarnya, mengejar yang tersisa lalu membantai mereka walau di jalan dan sawah. Tak ada yang selamat walau anak-anak, ataupun wanita hamil, dan saat itu anda tak bisa melapor pada penguasa untuk minta perlindungan, sebab pemerintah pro para pembunuh itu.

Kemana lagi anda mau lari? Ke perbatasan ditolak, sebab bukan bagian dari warganegaranya, itupun bila anda selamat bisa sampai ke perbatasan, masih hidup. Hanya sebab agama dan ras anda berbeda, anda diperlakukan dengan cara yang begitu hina, hanya sebab itu, semua hal yang salah dapat ditimpakan kepada anda

Ini kisah bukan hanya cerita, tapi itu terjadi pada saudara kita di Rohingya. Mereka Muslim yang dilupakan siapapun, tak diinginkan negerinya, tak diakui dunia.

Tahun 2008, pertama kali saya mendengar kabar mereka, saat perahu yang normalnya hanya 30 orang dimuati 150-200 orang, mengambang di lautan sampai ke Aceh. Tak hanya satu kapal tapi puluhan, yang sampai ke Indonesia yang beruntung, yang lain tenggelam, dan yang sampai ke negeri bukan Muslim mereka disiksa lagi.

Badan mereka kurus tinggal tulang, tatapannya penuh harapan, dan kisah-kisah mereka bahkan lebih mengerikan dari film horor, sebab kisah-kisah itu terjadi langsung pada mereka.

Apa solusi bagi mereka? Tidak ada. Kita hanya bisa berdoa dan membantu dengan harta, tapi kita tak bisa melakukan lebih, sebab konflik fisik tak selesai dengan itu.

Sementara dunia hanya diam, hanya karena pelakunya bukan muslim, apabila Muslim pelakunya, tak usah sampai ada korban pun pasti sudah ramai seluruh dunia.

Saya hanya ingin menyampaikan ada saudara kita yang  perlu perhatian kita, setidaknya dalam doa dan atau bantuan harta, sebab saya berdosa bila tak menyampaikan.

Penulis: Felix Siauw
close