Adakah Kesamaan NU & DI/TII? Mengulas Sejarah Fatwa PB Syuriah 27 Jumadil Ulaa 1398 H

Ahkamul Fuqoha NU, Kesamaan NU dan DI/TII

Digorenglah sejarah DI/TII, gerakan Islam masa lalu yang memberontak pemerintah. Kaum sekuler liberal mengopini umat, bukan hanya PKI yang dahulu bikin rusuh negara, tetapi juga DI/TII. Bedanya, PKI hendak menjadikan Indonesia sebagai negara komunis, DI/TII hendak menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan hukum Islam

Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani

Mujahid 212 - Geger isu kebangkitan PKI membuat kaum sekuler liberal megap-megap. Aneh juga sih, yang dibredel PKI tapi mereka yang sakit hati. Emang mereka juga PKI ?. Kalo bukan, apa coba ?. Bukannya ngedukung Panglima TNI mensosialisasikan tentang kebiadaban PKI, ini malah ngefitnah Panglima sebagai aparat korban politisasi. Ternyata bukan hanya HTI dan FPI, sekelas Panglima tertinggi tentara pun berani mereka buli jika tidak sesuai selera.

Seiring berjalannya waktu, rupanya mereka kehabisan akal. Mereka pun mau menuai simpati, agar dinilai turut peduli mewaspadai kebangkitan PKI. Sayang, apa yang dilakukannya tidak dari hati. Tetap saja, akhirnya HTI/FPI lagi yang coba mereka cemari. Dengan maksud agar masyarakat benci kepada HTI/FPI, mereka memfitnahnya, bahwa HTI/FPI pun sama saja dengan PKI yang berpotensi menghancurkan negeri.

Digorenglah sejarah DI/TII, gerakan Islam masa lalu yang memberontak pemerintah. Kaum sekuler liberal mengopini umat, bukan hanya PKI yang dahulu bikin rusuh negara, tetapi juga DI/TII. Bedanya, PKI hendak menjadikan Indonesia sebagai negara komunis, DI/TII hendak menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan hukum Islam.

Dikaitkanlah dengan HTI dan FPI. Gerakan kaum muslimin ini digambarkan sebagai embrio kebangkitan DI/TII yang harus diwaspadai, bahkan melebihi PKI, karena sama-sama hendak menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan hukum-hukum Ilahi. 'Ajib, emang otaknya orang liberal begitu, beda ama peci yang dipakenya. Penampilannya nyantri tapi pola pikirnya tidak Islami. Sarung ama peci hanya sekedar aksesori.

Punten kih, ang! apabila HTI dan FPI dituduh sebagai embrio kebangkitan DI/TII disebabkan mereka berupaya menegakkan hukum Islam di negeri ini, seharusnya NU pun dituduh, karena mereka juga sama, hendak menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Instruksi PB Syuriah NU, 27 Jumadil Ulaa 1398 H., setiap Anggota DPR dari NU harus senantiasa berjuang di parlemen agar diterapkannya hukum Islam di Indonesia. Hukum positif negara harus disesuaikan dengan hukum syariat. Jika bertentangan dengan syariat, maka hukum positif harus dirubah.

Itu perintah resmi dari PBNU terdahulu. Tidak percaya ?.. silahkan lihat di "Ahkamul Fuqoha", (kitab kumpulan fatwa-fatwa muktamar nu), hal. 325 dan 910, terbitan tahun 2010.

Ternyata bukan hanya HTI dan FPI yang berjuang menegakkan hukum Islam di negeri ini, NU pun sama. Jika merujuk pada pola pikir kaum sekuler liberal, maka NU pun termasuk embrio dari DI/TII yang harus diwaspadai. Semprul! suruh lepas aja pecinya, tapi sarungnya jangan! kasihan. Percuma saja mereka berpenampilan santri kalo menolak diatur dengan aturan Allah yang maha suci, mirip PKI.

Astaghfirullah
Subang, 29 September 2017
close