Sajak Tentang Pajak


Mujahid 212 - Siapa yang hari ini tidak pernah tersentuh dengan pajak?. Pastilah bukan Setnov. Pajak yang sudah menjadi pemasukan utama APBN yang sudah diangka lebih dari 80% nyatanya belum dirasa penuh pengelolaannya.

Namun ada yang menarik soal pajak ini, bukan karena pajaknya, tapi karena netizen yang membuat sajak tentang pajak. Postingan viral yang berseliweran di apikasi chat dan media sosial ini sampai ke redaksi tanpa nama penulis.

Seperti apa sajaknya? Berikut kami hadirkan untuk anda.

Dapat gaji kena pajak penghasilan.
Gaji yg sdh dipotong pajak dipakai beli rumah, kena pajak pembelian.
Tiap tahun juga harus bayar pajak PBB untuk rumah tsb.
Rumah rusak, lalu beli bahan bangunan kena pajak PPN dan renovasi kena pajak renovasi.
Setelah itu rumah tsb dikenakan pajak kekayaan lagi (melalui tax amnesty).
Nanti giliran rumah dijual, kena pajak penjualan.
Uang hasil penjualan rumah dibelikan mobil, kena pajak pembelian mobil, lalu bayar pajak kendaraan bermotor tiap tahun, lalu setelah itu mobil dilaporkan ke harta kekayaan (melaui tax amnesty) kena pajak kekayaan.
Mobil rusak, diperbaiki dan beli sparepart kena pajak PPN barang dan jasa perbaikan.
Akhirnya mobil dijual, kena pajak penjualan, uang hasil penjualan mobil dibeliin motor kena pajak pembelian motor, lalu bayar pajak kendaraan bermotor tiap tahun, lalu setelah itu motor dilaporkan ke harta kekayaan (melaui tax amnesty) kena pajak kekayaan.
Motor rusak, diperbaiki dan beli sparepart kena pajak PPN barang dan jasa perbaikan motor.
Akhirnya motor dijual, kena pajak penjualan, uang hasil penjualan motor dibeliin makanan dan minuman, kena pajak PPN.
Makanan habis dan kenyang. Lalu ke toilet, mesti bayar lagi.....
Harta terakhir tinggal kentut...
Hahahahaha..
Siapa tukang pajaknya?? 
Hayo ngaku..
close